1
2

Crassostrea: Tiram Bakau dan Tiram Batu

Rp60.000,00

Product Description

Crassostrea merupakan nama genus dari bivalvia yang paling banyak ditemukan di Indonesia terutama  Jawa Timur. Hidup menempel pada substrat keras seperti kayu, akar mangrove, batu, sisa bahan bangunan atau cangkang keras dari molusca lainnya. Di masyarakat kerang yang dimaksud dalam buku ini lebih dikenal dengan nama tiram atau tẻrem dalam bahasa Madura yang dalam bahasa Inggris disebut Oyster. Tiram Crassostrea yang hidup di pantai berbatu pada umumnya menempelkan salah satu sisi cangkangnya pada benda keras yang tidak berlumut atau tidak terkena lumpur. Pada habitat mangrove, tiram biasanya menempel pada batang-batang pohon bakau yang masih mungkin untuk mendapatkan air asin. Sering pula dijumpai tiram menempel pada cangkang moluska lain seperti Telescopium atau menempel pada sesama cangkang tiram. Di Jawa Timur dapat ditemukan empat jenis tiram, yaitu Crassostrea glomerata, Crassostrea iredalei, Crassostrea cucullata dan Ostrea sp. Tiram merupakan golongan filter feeder yang tidak mengejar makan melainkan menyaring makanan yang tersedia. Tiram juga merupakan organisme biofilter yang efektif untuk mengurangi konsentrasi logam berat dalam tambak. Struktur jaringan tiram tidak berubah apabila menyerap Cu, tetapi akan berubah jika menyerap Pb.
Tiram menyaring makanannya yaitu berupa bahan organik, bakteri protozoa dan fitoplankton. Jenis makanan tiram berkaitan erat dengan kelimpahan dan komposisi makanan yang tersedia di perairan. Fitoplankton dalam lambung tiram selalu sesuai dengan komposisi fitoplankton yang ada di perairan. Terdapat interaksi antara tiram dengan jenis fitoplankton yang dimanfaatkan. Crassostrea glomerata lebih banyak memanfaatkan fitoplankton, kemudian makin menurun untuk Crassostrea cucullata dan terendah adalah Crassostrea iredalei. Lingkungan hidup atau habitat merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan tiram bahkan dapat berpengaruh ritme biologi suatu organisme karena faktor lingkungan tersebut mempengaruhi proses metabolisme secara langsung. Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh lingkungan yang tercemar terhadap tiram Crassostrea menunjukkan adanya perubahan-perubahan fisik maupun fisiologi terhadap tiram.

Additional Information

Weight 0.25 kg
Dimensions 23.5 x 15.5 cm
Penulis

Arfiati D, Nuriyani dan Kharismayanti

Tahun Terbit

2018

Jumlah Halaman

i-xvi + 126

ISBN

978-602-432-517-6 / 978-602-432-518-3(e)

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Crassostrea: Tiram Bakau dan Tiram Batu”