Brawijaya Berkata

Brawijaya Berkata

Rp49.000,00

Kategori:

Deskripsi Produk

Dengan sains dan teknologi hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah, dengan agama hidup menjadi terarah dan dengan ketiganya hidup menjadi terarah (Hamka) Puisi yang merupakan jenis karya sastra, sering kali hanya dianggap sebagai tulisan yang hanya berisi curahan hati penulisnya. Pemahaman yang diyakini banyak orang ini cenderung menyempitkan makna dan memposisikan puisi dalam wilayah yang sublime, subyektif, serta sulit bergayut dengan realita umum. Pemahaman ini tidaklah seluruhnya benar ataupun salah. Memahami bertapa banyaknya gaya/aliran puisi, karya-karya puisi ‘kontemplatif’ memang memberi kesan privat dengan taburan kata-kata indah ‘bersayap’. Namun tidak dengan puisi yang berorientasi pada kritik sosial. Puisi dengan gaya ini cenderung memilih kata-kata lugas yang mudah dipahami oleh masyarakat umum sehingga puisi tersebut nampak dekat dengan pembacanya. Tidak berlebihan kiranya apabila puisi mendapatkan ruang apresiasi lebih di berbagai kalangan masyarakat termasuk kalangan akademisi di berbagai tingkatan pendidikan. Apresiasai terhadap puisi tidak seharusnya asing dari wilayah akademisi terlepas dari beragamnya disiplin yang dikuasai. Dalam hal ini Universitas Brawijaya telah mengambil langkah proaktif dalam usaha pengembangan apresiasi terhadap seni dan budaya secara umum. Telah menjadi sebuah kenyataan bahwa apresiasi seni budaya di lingkungan Universitas Brawijaya telah terbentuk dalam berbagai wujud mulai dari pagelaran, sarahsehan atau diskusi perihal seni dan budaya termasuk fasilitator latihan rutin yang diadakan oleh civitas akademika di lingkungan Universitas Brawijaya (UB). Sebagi salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia, UB tidak menegaskan pentingnya pengembangan apresiasi dalam bidang seni, sastra dan budaya terwujud dalam sebuah buku kumpulan puisi dari warga akademika Universitas Brawiajaya dengan judul ” BRAWIJAYA BERKATA “. Kumpulan atau antologi puisi ” Brawijaya Berkata ” melibatkan seluruh komponen civitas akademika senbagai penulisnya. Dengan tema yang tidak terlalu khusus antologi puisi ini diharapkan menjadi awalan kemunculan energi yang lebih atas seni khususnya bidang puisi. Keberagaman tema menjadi satu nilai tersendiri dari antologi ini sebagi pembuktian bahwa puisi bukanlah sesuatu yang asing bagi civitas akademika di Universitas Brawijaya. Menyitir pernyataan Mccleish, seorang penyair dan kritikus sastra dari Amerika, “Poem should not mean be”, nampaknya telah terbentuk dalam antologi puisi “Brawijaya Berkata”. Antoologi puisi “Brawijaya Berkata” hadir dengan beragam tema mulai dari tema sosial, romantis, hingga tem -tema tentang kehidupan yang beraneka ragam di dalam ataupun luar UB.

Informasi Tambahan

Berat 0.25 kg
Dimensi 16 x 24 cm
Penulis

Agung Pramana W.W., M.Si.,Dr. dkk

Tahun terbit

2010

Jumlah halaman

i – viii + 86

ISBN

978-979-8074-96-7/978-979-8074-97-4 (elektronik)

Ulasan

Belum ada ulasan.

Be the first to review “Brawijaya Berkata”