1
2

Green Folklore

Rp78.000,00

Kategori: ,

Deskripsi Produk

Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru adalah destinasi wisata yang mendunia karena eksotika lanskap alamnya. Deretan pe-gunungan yang menawan, kaldera Gunung Bromo yang menantang, dan hamparan lautan pasir maha luas yang memesona menjadi satu kemasan wisata yang lengkap dan menarik. Tidak hanya pemandangan alamnya, di dalam wilayah Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru juga dapat ditemukan komunitas masya-rakat indigenous yang hidup damai dan bersahaja. Komunitas yang  dimaksudkan adalah Wong Tengger. Wong Tengger adalah petani tradisional yang bertempat tinggal di dataran tinggi Teng-ger yang setia menjalankan tradisi warisan nenek moyang mereka. Lanskap kultural yang dibentangkan masyarakat tengger melengkapi lanskap ekologis Tengger sebagai sedikit wilayah di Nusantara dengan potensi luar biasa lanskap saujana.

Sebagai pusaka saujana, Tengger kaya akan teks folklor di samping potensi alamnya. Folklor Tengger secara potensial memuat nilai-nilai kearifan lingkungan. Nilai-nilai ini menyiratkan pesan ekologis bahwa (i) penghormat terhadap alam (respect for nature) merupakan pintu awal upaya penyelamatan lingkungan; (ii) solidaritas kosmis (cosmic solidarity) menjamin harmoni relasi manusia-alam Tengger; dan (iii) bencana alam disikapi sebagai bentuk ketidakseimbangan alam yang dipicu oleh perilaku salah masyarakat Tengger, sebagai pertanggungjawaban terhadap alam (moral responsibility for nature) diselenggarakanlah slametan.

Slametan menjadi ritus pemulihan ketidakseimbangan kosmis. Bagi masyarakat Tengger, bencana bukanlah semata-mata hal mencelakaan yang harus dihindari, tetapi lebih merupakan permasalahan yang harus diselesaikan, sebuah jawaban atau respon atas apa yang manusia Tengger lakukan. Slametan secara nyata menjadi jantung konservasi lingkungan Tengger.

Informasi Tambahan

Berat 0.25 kg
Dimensi 23.5 x 15.5 cm
Penulis

Sony Sukmawan, dkk

Tahun Terbit

2018

Jumlah Halaman

i-xviii + 178

ISBN

978-602-432-561-9 / 978-602-432-562-6(e)

Ulasan

Belum ada ulasan.

Be the first to review “Green Folklore”