Praktik Manajemen
Praktik Manajemen

Praktik Manajemen Pengetahuan dan Kinerja Inovasi dalam Industri Manufaktur

Rp102.000,00

Kategori:

Deskripsi Produk

Sejak awal revolusi industri, inovasi merupakn kunci utama dari keunggulan bersaing. Berbagai permasalahan berkaitan dengan cara pengelolaannya menjadikan inovasi sebagai faktor yang sangat penting bagi perusahaan. Beberapa hasil penelitian telah mengidentifikasikan keuntungan inovasi bagi perusahaan setelah memanfaatkan strategi inovasi untuk merealisasikan keuntungan dan pangsa pasar yang besar (Calantone et al., 1995; Griffin, 1997; Han et al., 1998). Lebih lanjut Robert and Amit (2003) menyatakan bahwa success in inovation is affected by several environmental and contextual factors surronding each organization. Inovasi pada suatu perusahaan dapat dilakukan dengan aktifitas berbagai pengetahuan secara kolektif, khususnya pengetahuan yang bersifat tacit (Nonaka et al., 2000; Howells, 1996). Rekombinasi dan inovasi dapat dilandasi dengan melakukan berbagai dialog atau interaksi antar indiidu, antar kelompok atau antar perusahaan. Gold et al. (2001) mengungkapkan bahwa due to this interaction, relationships and perspectives are shared between employees, creating a cooperative atmosphere requred for the transfer og tacit knowledge. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan merupakan hal yang penting dilihat dari sisi manajerial, sehingga dapat meningkatkan penciptaan dan proses berbagai pengetahuan dan penting dalam pelaksanaan inovasi. Pendekatan teoritis, seperti strategi implementasi manajemen pengetahuan, memusatkan perhatiannya pada penerapan teknologi informasi yang sesuai (Swan et al., 1999; Nonaka et al., 2000, dan Alavi and Leidner, 2001). Dorongan utama dalam upaya menciptakan antusiasme organisasi pada pengitegrasian strategi perusahaan berasal dari kepercayaan rekan bisnis perusahaan, sehingga mampu menciptakan kemampuan baru jika mereka tidak mampu menciptakannya secara terpisah (Hall and Andriani, 1998). Beberapa kemampuan tersebut adalah kemampuan dalam berbagi isiko, kemampuan peningkatan reaksi pasar, mendukung fungsi persamaan dan lain-lain. Semua hal tersebut dapat diterjemahkan menjadi manfaat persaingan bagi seluruh perusahaan dalam rangkaian nilai. Knowledge management practice (KMP/PMP-Praktek Manajemen Pengetahuan) merupakan disiplin yang dapat membuka peluang individu dalam barisan organisasi yang secara bersama-sama menciptakan, berbagi, mengakses, dan menerapkan pengetahuan untuk menembus batasan-batasan perusahaan dalam mencapai sasaran bisnis bagi keseluruhan perusahaan, terutama perusahaan manufaktur. PMP berbeda dari sistem inter-organisasional tradisional (misalnya: EDI-electronic data interchange/pertukaran data elektronik). Pertukaran data dalam sistem tradisional memiliki batasan-batasan, sehingga hanya sedikit data taransaksi yang dapat dibagi bersama. PMP dapat digunakan untuk menukar berbagai macam pengetahuan diantara para rekan bisnis perusahaan. Di negara yang baru berkembang sektor industrinya seperti Indonesia, perusahaan manufaktur dihadapkan dengan berbagai perubahan yang meliputi perubahan daya saing secara dramatis karena adanya peningkatan permintaan pelanggan, reduksi daur hidup produk, mengutamakan biaya rendah, peningkatan perubahan teknologi, dan masuknya pesaing-pesaing internasional ke dalam negeri. Pasar produk/jasa akan terus meningkat di dunia internasional. Perusahaan menyadari bahwa untuk menghadapi pasar internasional atau globalisasi, mereka perlu menerapkan strategi industri internasional. Hal ini dilakukan untu kmenyesuaikan diri dan memastikan bahwa keuntungan yagn diharapkan dari penerapan strategi dapat tercapai. Globalisasi pasti mempunyai dampak pad industri manufaktur, baik ditingkat lokal maupun internasional. Globalisasi juga dapat memperluas pasar dan meningkatkan persaingan, permintaan yang sangat besar dari para pelanggan industri manufaktur akan meningaktakan kualitas, kemampuan dalam memberikan jasa dan fleksibilitas ketika mempertahankan harga yang kompetitif (Dangayach and Deshmukh, 2003; Laosirihongthong and Dangayach, 2005a). Hasilnya, perusahaan manufaktur tidak hanya lebih memusatkan perhatiannya pada kepemimpinan biaya di dalam negeri saja., tetapi juga telah menyebar pada lokasi-lokasi dibelahan dunia yang lain serta memberikan lebih banyak inovasi-inovasi produk dan proses.

Informasi Tambahan

Berat 0.25 kg
Dimensi 16 x 24 cm
Penulis

Dr. Baroroh Lestari, S.Sos., M.AB dkk

Tahun terbit

2013

Jumlah halaman

i-xix + 246

ISBN

978-602-203-462-9/978-602-203-461-2 (elektronik)

Ulasan

Belum ada ulasan.

Be the first to review “Praktik Manajemen Pengetahuan dan Kinerja Inovasi dalam Industri Manufaktur”