Spermatology
Spermatology

Spermatology

Rp70.000,00

Kategori:

Deskripsi Produk

Spermatozoa sebelum mengalami fertilisasi atau pembuahan mengalami perubahan struktur dan fungsinya. Perubahan struktur dan fungsi spermatozoa ini mulai terjadi pada saat di dalam saluran reproduksi jantan dan saluran reproduksi betina, hingga sampai terjadinya proses fertilisasi di dalam ampulla. Perubahan struktur dan fungsi spermatozoa saat di dalam saluran reproduksi betina disebut dengan kapasitasi spermatozoa yang dilanjutkan dengan reaksi akrosom. Kapasitasi spermatozoa pada dasarnya adalah perubahan fisiologis yang di dalam buku ini mulai dibahas proses kapasitasi spermatozoa secara in vivo  dan in vitro, faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitasi yang dijelaskan secara in vitro serta peristiwa-peristiwa yang terjadi pada spermatozoa selama mengalami kapasitasi.

Setelah proses kapasitasi dilanjutkan dengan reaksi akrosom, sehingga spermatozoa mampu membuahi sel telur. Untuk lebih jelasnya tentang peristiwa reaksi akrosom ini maka di mulai dengan penjelasan tentang enzim-enzim yang ada di dalam akrosom, arti fungsional terjadinya akrosom, morfologi dan kinetika reaksi akrosom, mekanisme reaksi akrosom, serta terjadinya hiperaktivasi spermatozoa yang bersamaan dengan proses reaksi akrosom. Proses fertilisasi dimulai dari penetrasi spermatozoa pada lapisan terluar oosit yaitu kumulus oophorus yang melibatkan proses enzimatis, selanjutnya adalah penetrasi spermatozoa ke dalam lapisan  terluar dari oosit yaitu zona pellusida, peristiwa penyerangan spermatozoa pada zona pellusida, Reseptor-reseptor spermatozoa pada zona dan reseptor-reseptor zona saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Proses penetrasi spermatozoa dalam menembus zona pellusida dan  kejadian-kejadian setelah terjadinya fusi antara spermatozoa dengan sel telur.

Spermatozoa setelah melakukan penetrasi oosit, menyebabkan aktivasi dari oosit, selanjutnya terjadi proses exocytosis granula-granula cortical dan terjadi proses penghambatan polysperma, Sedangkan proses fertilisasi tersebut diakhiri dengan terjadinya dekondensasi nucleus spermatozoa dalam sitoplasma. Fisiologi spermatozoa hingga terjadinya fertilisasi mendasari perkembangan bioteknologi reproduksi meliputi Inseminasi Buatan (IB), Transfer Embrio, Fertilisasi In Vitro dan Manipulasi Embrio, sedangkan tujuan dari Bioteknologi Reproduksi  pada ternak betujuan untuk memperbaiki Mutu Genetik ternak sedangkan pada manusia adalah untu membantu pasangan suami istri untuk mendapatkan anak secara bantuan. Hingga saat ini IB yang telah terbukti dapat meningkatkan mutu genetik ternak dan dapat diterima oleh masyarakat, sehingga saat ini IB telah dilaksanakan secara swadaya masyarakat. Selain itu IB merupakan cara yang ampuh untuk meningkatkan populasi ternak dan produksi ternak baik secara kualitatif maupun kuantitatif sehingga dapat meningkatkan pendapatan baik petani maupun pemerintah daerah.

Informasi Tambahan

Berat 0.25 kg
Dimensi 16 x 24 cm
Penulis

Trinil Susilawati, Ir., Dr., Prof.

Tahun terbit

2010

Jumlah halaman

xviii + 176

ISBN

978-602-8960-04-5
978-602-8960-05-2 (elektronik)

Ulasan

Belum ada ulasan.

Be the first to review “Spermatology”